Jangan menyerah di kondisi gelap walau tanpa lampu flash!


Wah sudah 1 smester yah saya gak posting…? FYI, bahkan nyaris lupa sama password blog ini hehehe

Kali ini mau share motivasi aja nih buat teman-teman yang masih setia ngeview blog ini (kunjungan rata-ratanya masih 700view/hari loh. Hebat!) tentang pengalaman saya memerangi dunia kegelapan😛

https://i2.wp.com/farm4.staticflickr.com/3761/9074844243_9d31fc7358_o.jpg

f/5.6  |  ISO 1600  |  1/100s   |  Exposure -2.3  |  Photoshop Retouch

Namanya juga sastra nih kawan, fakultas ini selalu aja gak jauh dari yang berbau seni. Dari puisi, monolog, konser musik, darama, seni orasi bahkan sampai drama bisu selalu silih berganti ada di fakultas ini. Tiap bulan? Gak! Tiap hari! Inilah yang buat auditorium-auditorium selalu full tiap saatnya di FIB UI. Nah itu intermezzo aja. Kembali lagi ke topik, low light fotografi tanpa flash. Pertama kali saya mencoba foto low light tanpa flash waktu pagelaran Petang Kreatif di FIB UI. Acara ini ibarat “agama baru” buat mahasiswa baru di fakultas ini. Saking sakralnya, harga mati untuk kasih performa terbaik. Keren sih gayanya waktu hari H, semua udah siap banget sebelum panggung dimulai. Mulai dari 2 SLR, yang satu pake tele & yang satu wide. Hasilnya maksimal? Gak sama sekali! Bahkan satu pun gak ada yang bagus.

Sekedar koreksi diri aja, persiapan yang mapan gak cukup kalau kita gak fokus waktu bidik foto. Apalagi saya sendiri belum punya pengalaman di bidang ini, terlebih tanpa flash! Menggunakan flash sangat dilarang disetiap pagelaran disini, itu akan mengganggu konsentrasi penonton, crew dan pemain, Meskipun saya tepat di depan panggung (waktu itu jadi crew sound effect) dan dapet sudut yang bagus banget untuk foto tapi saya harus multitask sebagai sound effect di pagelaran ini. Hasilnya hanya beberapa foto dari puluhan yang saya shoot yang dianggap “terbaik diantara yang terburuk”.

Dari situ saya trauma😦 kapok dan hanya bisa jadi penonton tanpa jadi pengabdi momen lagi disetiap pagelaran di fakultas ini. Tapi kapok aja gak guna kan ? Toh kalau saya kapok untuk kebaikan gak akan baik ke depannya buat pengalaman saya. Kalaupun saya salah lagi, lagi dan lagi itu wajar karena proses belajar itu gak seperti kita memejamkan mata.

FOTO GAGAL

Huh!!! Payah.

Akhirnya setelah sekian lama, kemarin di UAS @DeUI11 (senior saya) tentang mata kuliah Pengantar Sastra Jerman saya memberanikandiri lagi. Hasilnya ? Sama aja seperti dulu! Hampir setengah dari seluruh pagelaran gak ada satu pun foto yang bagus tekniknya. Dari blur, over dark sampai over light. Segitiga cahaya yang saya pelajari sia-sia! Menyerah juga percuma. Seting ISO berulang-ulang, matering mode, aperture sampai kecepatan rana terus diubah-ubah. Peduli setan jalur cerita, konsentrasi utama saya bagaimana pengalaman buruk itu gak terulang lagi (maaf yah kakak-kakak😛 ).

Akhirnya foto diatas bisa saya ambil. Yah terserah pendapat kalian bagaimana nilai seni foto itu. Jelek sekalipun terserah, yang terpenting pengalaman untuk keluar dari hal yang buruk menjadi lebih baik itu sekarang telah terlaksana. Salam manusia berkeprifotografian!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s