Yang Penting Ayah Pulang!


flickralone fisherman fight the giant sea - tommywahyuutomo
“Wah sudah mau dibangun banyak bangunan mewah yah di pesisir ini. Aku denger omset nya Triliun-an mas!”. “Tapi lucu loh om, 1 km dari sana itu perkampungan nelayan Muara Angke, masyarakat marjinal om, cuma dibatasi tembok beton. Kontras sekali!” dahi ku sambil berkerut. “Lihat deh mas bapak yang itu (menunjuk ke arah laut), kasihan yoh?!”. Terlihat seorang nelayan dengan perahu kayunya hampir setengah jam terombang-ambing disitu. Berkali-kali menarik keras tali di mesin kapalnya yang sepertinya tidak menyala. Seketika dalam hati aku jadi ingat bapak disana, nasibnya sama seperti si nelayan itu. Hanya saja mungkin bapak ku sedikit lebih beruntung dari si nelayan malang tadi. Terombang-ambing melawan jutaan buih air lautan demi sesuap nasi untuk keluarga kecilnya di rumah.

Fikiran ku tiba-tiba terbesut pada perkataan dosen ku di Salemba. Beliau paling benci kalau disinggung soal “Etos Kerja” bangsa ini. “Kamu lihat tukang parkir itu, ruas sekecil itu ia atur sedemikian rupa supaya uang yang ia setorkan ketasannya cukup sedang ia hanya dapat beberapa lembar recehan. Kamu liat petani & peternak di desa, datang subuh, panas-panasan siang, pulang petang itupun hanya untuk berbaring lemah & mengejamkan mata sesaat. Etos kerja sangat tinggi, mungkin terhebat di Bumi. Tapi toh mereka tetap miskin. Sistem lah yang membuat mereka seperti itu, bukan etos kerja!”. Beliau seperti membentak karena tidak terima soal pendapat ku.

Kafein ini kembali menyadarkan ku & kembali ke percakapan bersama paman ku. Yah ini lah Indonesia, tempat dimana biru samudra & langit luas terasa dekat. Sangat dekat. Terlalu dekat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s