Tes Kamera Nokia Lumia 920


Eks-vendor ponsel terbesar, Nokia, beberapa tahun belakangan ini mengalami penurunan besar-besaran dari soal penjualan. Hal ini disebabkan satu dan lain hal, misalnya saja gempuran OS Android & iPhone yang jauh lebih dinamis. Meskipun OS Nokia (Symbian) ketinggalan jaman dari para pesaingnya, ditambah lagi para loyalis Nokia menyayangkan sikapnya yang bekerjasama denga Microsoft soal Operating System, namun sebenarnya teknologi yang dimiliki Nokia tidak bisa diremehkan. Salah satunyadari aspek fotografi yang akan kita bahas disini, terutama soal performa Nokia Lumia 920 dinilai dari aspek fotografinya. Berikut ulasannya! Nokia Re-Focus Lumia 920 by TommyVotograph (1)
Gambar diatas menggunakan fitur Re-Focus di Nokia Lumia 920

Segudang Fitur Fotografi

Sejak jaman awal era mobile fotografi, Nokia banyak melakukan inovasi di dunia fotografi ponsel, sekarang pun tak berubah. Nokia 920 banyak menawarkan fitur fotografi yang bisa dibilang satu langkah di depan dibanding ponsel lain di kelasnya. Berikut fitur-fitur yang saya kutip dari laman Nokia.com Kamera Utama :

  • sensor: 8.7 MP PureView
  • Auto focus menggunakan tombol shuter atau via touch focus
  • Optical Image Stabilization
  • Camera digital zoom: 4 x
  • ZEISS optics: Yes
  • Sensor size: 1/3.2 inch
  • aperture: f/2.0
  • focal length: 26mm in 16:9, 28mm in 4:3 (35mm equivalents)
  • minimum focus range: 8 cm
  • Flash type: Short pulse high power dual LED
  • Flash operating range: 3.0 m
  • Flash modes: Off, Automatic, On
  • video resolution: 1080p (Full HD, 1920 x 1080) 30fps

Tulisan yang ditulis tebal merupakan fitur kunci dalam ponsel ini. Seperti yang kita tahu, teknologi pureview yang dikembangkan Nokia dalam menangkap gambar memiliki hasil warna (saturation) dan kontras yang baik. Tak hanya itu sensor yang dimiliki ponsel ini terbilang besar untuk kategori sebuah ponsel. Dengan ukuran sensor 1/3.2 inch & kekuatan 8.7 Mega Pixel, gambar yang akan dihasilkan tentu memiliki noise yang lebih sedikit di ISO besar. Hal ini membuat foto di kondisi cahaya minim tetap bagus dan memiliki jumlah bintik-bintik noise yang lebih sedikit. Jika dibandingkan dengan ponsel lainyang memilki sensor lebih kecil namun jumlah pixel lebih besar  tentu akan menghasilkan gambar yang memiliki tingkat noise yang tinggi. Perlu diingat semakin tinggi pixel yang tidak diimbangi sensor yang besar, kemungkinan noise tinggi akan muncul. Tak perlu khawatir juga, flash di ponsel ini tergolong apik dengan menggunakan teknologi high power dual led. Saat mengambil gambar saya takjub, cahaya yang dikeluarkan sangat cepat & terhitung besar untuk ukuran ponsel. Saat kita melihat hasilnya cahaya menyebar secara merata, tidak terlalu kontras di objek terdekat. Ditambah lagi dengan fitur anti guncang (Optical Image Stabilization) akan meminimalisir foto blur akibat guncangan saat mengambil foto. Tersedia juga tombol rana khusus, jika ditekan setengah kamera akan mencari fokus automatis. Walaupun sejatinya kita juga bisa mencari fokus dengan menyentuh layar atau dengan manual fokus. Manual fokus? Yah manual fokus!

Zeiss Optik & Rasio Gambar yang lebar

Hasil menggunakan setingan manual di Nokia Lumia 925. Perhatikan rasio gambarnya yang lebih lebar.

Hasil menggunakan setingan manual di Nokia Lumia 925. Perhatikan rasio gambarnya yang lebih lebar.

Seperti di jaman Symbian, Nokia banyak menggunakan lensa asal Jerman, Carl Zeiss, di ponsel-ponsel kelas atasnya. Di era Windows Phone pun demikian. Nokia menghadirkan ponsel kelas atas dengan lensa terbaik Carl Zeiss. Sekedar info, sampai saat ini hanya Sony & Nokia yang menggunakan Carl Zeiss & di dunia fotografi sendiri, lensa ini terkenal karena ketajaman dan presisinya. Diafragma (bukaan lensa) di ponsel ini terbilang besar yaitu f/2.0. Dalam konsep segitiga fotografi, semakin besar bukaan maka akan menghasilkan gambar yang terang dengan ruang tajamyang sempit (background blur, foreground sangat fokus). Nokia menghadirkan rasio hasil foto yang tidak biasa. Jika hampir semua ponsel menyajikan rasio gambar 4:3, maka di seri ini Lumia menggunakan rasio 16:9 yang membuat gambar terlihat lebih lebar seperti panorama, meskipun kita juga bisa mengubah rasionya menjadi 4:3. Rasio 16:9 ini lebar hampir menyerupai panorama, menjadi kelebihan saat kita mengambil gambar landscape. Di rasio 16:9 focal length terlebar yang bisa diambil mencapai 26mm & di rasio 4:3 mencapai 24mm (35mm format equivalent). Fitur-fitur ini menjadi pertimbangan penting untuk teman-teman yang menyukai fotografi landscape.

kamera sekunder Nokia 920

kamera sekunder Nokia 920

Kamera kedua memiliki memiliki sensor 2MP dengan aperture f/2.4 tergolong jernih. Kita dapat menggunakannya untuk sekedar foto atau skype. Kamera kedua juga bisa merekam video dengan kekuatan 720i 30fps. Sedang untuk kamera utama perekaman video, ponsel ini mampu mengambil video dengan 1080i 30fps. Disediakan juga Nokia Cinemagraph untuk mendramatisir hasil rekaman teman-teman.

Fitur Fotografi khas Lumia

aplikasi fotografi bawaan Nokia yang tidak ada di ponsel WP8 dari vendor lainnya.

aplikasi fotografi bawaan Nokia yang tidak ada di ponsel WP8 dari vendor lainnya.

Dibanding perangkat WP 8 keluaran vendor lain, ponsel WP 8 buatan Nokia dijejali banyak aplikasi pendukung fotografi. Mulai dari Nokia Pro Camera, Nokia Re-Focus, Nokia Smart Cam, Nokia Panorama, Here City lens, Nokia Cinemagraph hingga Bing Vision.

lumia_920_procam_ksp_1500x1500

tampilan Nokia Pro Cam

Yang paling menraik saya saat pengetesan kamera ini ialah Nokia Pro Cam. Dengan aplikasi bawaan Nokia ini kita dapat mengambil foto dengan modus manual. Semua seting berada dalam genggaman kita. Mulai dari setingan white ballance & exposure. Sampai ke setingan ISO, shutter speed & jenis fokus. Setingan sensitivitas ISO bisa kita seting dari ISO 200 hingga ISO 3200. Wow! Sangat kompleks untuk sebuah ponsel. Shutter speed pun demikian, kita dapat mensetingnya dari 1/3200 hingga 5 detik. Belum lagi fokus yang bisa dipilih secara auto, manual ataupun fokus infinity. Sampai saat ini, ini ponsel dengan setingan fotografi paling kompleks yang pernah saya pegang. Saat menggunakan modus panorama saya agak kesal karena hasilnya banyak paralax. Paralax adalah hasil foto yang tidak sinkron saat mengambil foto di modus panorama. Misalnya sebelah kiri terang namun sebelah kanan lebih gelap. Namun ternyata sebaliknya, saya malah menjadi kagum dengan modus panoramanya. Ternyata hasil fotonya diolah dulu dalam beberapa detik oleh aplikasi Nokia Panorama. Hasilnya? Tidak ada paralax! Bahkan foto yang dihasilkan tidak terdistorsi (berbentuk cembung) seperti panorma di ponsel lain. (lhat gambar).

hasil Nokia Panorama Lumia 920.

hasil Nokia Panorama Lumia 920.

 

Nokia Re-Focus Lumia 920 by TommyVotograph (3)

hasil foto macro menggunakan Nokia Re-Focus (sama seperti foto paling atas).

Decak kagum saya tak sampai disitu. Masih ada Nokia Re-Focus. Aplikasi ini sangat cocok untuk fotografi macro. Kita bisa mengambil gambar dari objek terdekat 8cm dari kamera. Kamera akan merekam ruang tajam objek terdekat sampai objek terjauh kamera. Setelah itu kita dapat memilih ruang tajam, akankah background blur atau foreground yang blur. Bahkan ada bokeh yang muncul digambar! Fantastisch! (Mungkin selebihnya akan saya jelaskan di postingan berikutnya tentang Nokia refocus) Fitur kamera lainnya misalnya Here city lens yang dapat membantu kita menemukan venue atau tempat-tempat yang sukar dicari hanya melalui bidikan kamera. Lalu ada Bing vision yang dapat menerjemahkan dokumen melalui bidikan gambar sampai Nokia smart cam yang hasilnya dapat diedit sesuai kemauan kita. Misalnya ada objek yang mengganggu saat foto bersama, objek yang dirasa menggangu itu bisa dihilangkan dengan sangat rapih.

Fitur Non-Fotografi….?

Tentu fitur fotografi yang sedemikian bagus saja tidak akan cukup jika tidak ditopang fitur lain kendati kita mengutamakan fitur fotografinya sekalipun. Layar, ketahanan batery, jaringan dan fitur-fitur pendukung lain misalnya. Hadir dengan konsep Uni-Body ponsel ini sangat mantap digenggam. Namun teksturnya yang glossy dan terasa licin membuat butuh adaptasi khusus buat teman-teman, terlebih mereka yang sering tangannya berkeringat.

bagian belakang glossy & terasa licin.

bagian belakang glossy & terasa licin.

Untuk layar nokia memiliki kerapatan 332ppi dengan resolusi 1280 x 768 pixel & kedalaman 16 juta warna. Sangat jernih. Terlebih hal ini didukung dengan fitur pure motion yang membuat citra gambar hasil bidikan terlihat jelas. Untuk ketahannya digunakan Corning Gorilla Glass.

Ukuran layarnya 4.5" masih nyaman untuk digenggam.

layar jernih 4.5″ dengan konsep uni-body

Untuk jaringan nirlabel ponsel ini sudah berteknologi 4G LTE. Sayangngya Indonesia masih menggunakan teknologi HSDPA 3.5G sehingga fitur LTE masih belum bisa digunakan. Untuk urusan dapur pacu ditunjang dengan prosesor dari Snap Dragon berkekuatan 1.5 GHz dengan kapasitas RAM sebesar 1GB. Namun di sektor memori tidak menyediakan slot memori eksternal. Namun kapasitas memory internalnya 32GB sudah dirasa lebih dari cukup, terlebih bonus penyimpanan Cloud sebesar 7GB secara cuma-cuma. Batery yang digunakan sebesar 2000 mAh yang diklaim cepat diisi ulang tanpa kabel dengan cepat. Yah, chareger yang digunakan menggunakan teknologi wireless.

Namun inilah yang saya rasa menjadi batu sandungan buat Nokia. Ini adalah pandangan subjektif saya yang mungkin sama dengan teman-teman sekalian. OS WP8 untuk mayoritas kalangan Indonesia masih kurang populer karena dianggap memiliki tampilan yang susdah dimengerti. Meskipun saya rasa kalau sudah terbiasa justru tampilan khas Modern UI WP8 ini sangat efisien. Belum lagi jumlah aplikasi WP8 masih sangat sedikit dibanding iOS & Android. Memang Microsoft masih berusaha keras supaya para pengembang software juga membuat aplikasi di WP8, namun sampai sekarang masih banyak aplikasi favorit yang belum ada di WP8. Semoga ke depannya, ekosistem aplikasi di WP8 makin berkembang sehingga saya bisa migrasi ke Nokia Lumia hehehee. Terimakasih telah membaca artikel ini & terimkasih untuk tidak menjadi plagiat total dari postingan ini🙂

referensi :

http://www.nokia.com/global/products/phone/lumia920/specifications/

http://www.photographyblog.com/reviews/nokia_lumia_920_review/

http://connect.dpreview.com/post/9128863653/nokia-lumia-920-camera-review-first-look

http://www.flickr.com/photos/derweise/11495128594/in/photostream/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s